Mengejutkan! Xiaomi Sukses Susul Samsung dan Jadi No. 2 Terbaik di Indonesia

Mengejutkan! Xiaomi Sukses Susul Samsung dan Jadi No. 2 Terbaik di Indonesia

Gadget Empire – Selain peluncuran Duo Smartphone kelas menengah kebawah andalannya di Indonesia, Xiaomi kemarin lalu juga mengungkap kalau pihaknya telah menjadi brand paling besar di Tanah Air dan hanya memiliki selisih pangsa pasar yang tipis dengan Samsung. Steven Shi selaku menjadi Country Manager Xiaomi Indonesia pada saat peluncuran Redmi 6 dan Redmi 6A kemarin lalu telah mengungkap kalau posisi vendor kedua Xiaomi ini realita berdasarkan hasil riset pasar yang dilakukan oleh Counterpoint dan Canalyst. Dan data tersebut ternyata juga sejalan dengan apa yang telah di laporkan oleh International Data Corporation (IDC).

Melalui data risetnya, IDC menyebut kalau pengiriman Smartphone dari berbagai vendor ke Indonesia mencapai 9.4 juta unit pada kuartal kedua tahun 2018, ini merupakan pengiriman tertinggi yang pernah tercatat di Indonesia. Dan dari jumlah tersebut, Xiaomi telah mendapatkan pangsa pasar sebesar 25%, ini 22% lebih besar dibandingkan Quartal sebelumnya dan 18% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, dari 9.4 juta unit ini sebanyak 85% berasal dari Top 5 Brand yang tengah bergejolak di Tanah Air, khususnya Xiaomi yang mengalami peningkatan begitu pesat.

“Xiaomi, yang menghadapi berbagai tantangan pertumbuhan di masa lalu, telah muncul menjadi kuda hitam di pasar smartphone Indonesia, menjadi pemain terbesar kedua setelah Samsung. Berbeda dengan strategi OPPO dan vivo, Xiaomi, meskipun minim kampanye pemasaran dan tipis margin untuk para mitra distributornya, mampu memasok handset dengan harga kompetitif dengan rasio –harga-spek ke pasar, memberikan konsumen nilai lebih untuk uang mereka. Dengan strategi ini, Xiaomi secara bertahap terjebak dan memperoleh peningkatan mindshare sevara signifikan dan pangsa pasar,” seperti itulah yang diungkap oleh Risky Febrian selaku menjabat sebagai Analis Pasar IDC Indonesia.

Sumber Image IDC

Disisi lain, untuk nilai jual rata-rata produk OPPO dan Vivo sekitar US$ 200, sedangkan untuk Xiaomi berada pada kisaran US$ 130 sehingga harga yang terjangkau ini termasuk salah satu strateginya yang sukses. Selain itu, Xaomi juga tidak ingin banyak berkampanye dan lebih memprioritaskan Dunia Internet sebagai pemasarannya seperti Flash Sale, kerjasama dengan e-commerce setempat, mobile gaming, hingga dukungan yang terus diberikan kepada para fans-nya.

Selain Xiaomi, Advan juga menjadi salah satu brand yang diunggulkan sebab vendor lokal ini masih bertahan di posisi 5 besar Top Brand Indonesia pada kuartal kedua tahun 2018 ini. Selisihnya dengan Xiaomi yang begitu tipis yakni hanya 2% saja, membuat posisi Samsung semakin terancam sehingga perusahaan asal Korea Selatan ini mulai mempersiapkan senjata baru untuk menghadapi vendor asal Tiongkok yang semakin merajalela.

Video Pilihan Gadget Empire Indonesia:

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in

Lebih Baik ? Ini Hasil Foto Malam di Reno 3

budy05/03/2020

Resmi Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy A01

budy01/03/2020

Akhirnya!! Ini Tampilan Layar vivo Apex 2020.

budy28/02/2020

Diperkenalkan, Ini Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy M31

budy27/02/2020

Kamera OPPO Find X2 Pro Mulai Terkuak!

budy27/02/2020

Bocoran : vivo Z6 Mengusung Pro-Gaming ? ini sebabnya

budy26/02/2020

Resmi Dirilis di India, Segini Harga Realme X50 Pro yang Punya Antutu Score Diatas 600rb

budy26/02/2020

Mau Seru Karaoke ? Samsung Giga Party Audio Ini Udah Pasti Pas Buat Party dan Karaoke

budy26/02/2020

IoT Update : MediaTek MCU MT3620 Mendorong Momentum untuk Microsoft Azure Sphere Security di Perangkat-perangkat IoT

budy26/02/2020

GadgetEmpireID - Technology Updates, Reviews and Tech News.

Copyright © 2020 GadgetEmpire Indonesia.

shop giay nuthoi trang f5Responsive WordPress Themenha cap 4 nong thongiay cao gotgiay nu 2015mau biet thu deptoc dephouse beautifulgiay the thao nugiay luoi nu