Uncategorized

Layanan BOLT Resmi Ditutup, Begini Nasib Pelanggannya Sekarang

Layanan BOLT Resmi Ditutup, Begini Nasib Pelanggannya Sekarang

Gadget Empire – Beberapa pekan yang lalu, sejumlah layanan telekomunikasi Indonesia berhadapan dengan Kemkominfo karena permasalahan tunggakan BHP. Diantaranya yakni PT Jasnita Telekominfo, PT First Media, dan PT Internux (BOLT). Dikarenakan Biaya Hak Penggunaan selama beberapa bulan terakhir tidak dibayar, maka secara resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan surat pencabutan izin penggunaan pita frekuensi radio 2,3 GHz dari ketiga perusahaan tersebut. Dengan pencabutan ini, maka pengguna tidak bisa mengakses ke beberapa layanan yang disediakan oleh ketiga perusahaan tersebut.

Pihak Kominfo sendiri juga tidak melupakan para pengguna layanan BOLT, First Media maupun Jasnita, Kominfo telah meminta kepada mereka untuk mengembalikan hak pelanggan yang masih ada. Ismail selaku Dirjen SDPPI dalam konferensi Pers yang digelar di Kantor Kominfo tadi siang telah mengungkap kalau “Kami minta secepatnya, kami akan berkoordinasi untuk menyiapkan gerai atau sebagainya untuk mempermudah pengembalian hak pengguna (pelanggan)”. Selain itu, Ia juga mengungkap kalau pihaknya masih belum mendapatkan keterangan detail soal sistematis pengembalian hak pelanggan BOLT. Namun, Ia berharap kalau proses ini bisa dilangsungkan secepatnya paling tidak selama 1 bulan kedepan sudah selesai semuanya.

Perlu diketahui bahwa sejak tanggal 19 Nopember 2018 kemarin PT Internux dan PT First Media telah dilarang untuk menambah pelanggan baru dan diminta untuk menghentikan proses top up paket atau kuota data. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemantauan kondisi pengguna dari kedua belah pihak. Pada tanggal 20 Nopember, Kominfo mencatat ada 10.169 pelanggan BOLT yang masih aktif dengan nilai kuota di atas Rp 100.000 yang berasal dari kedua operator. Dan pada tanggal 25 Desember kemarin jumlah pelanggannya sudah anjlok lebih dari 50%, dan jumlahnya hanya 5.056 pelanggan saja. Kemudian Kominfo juga akan terus melakukan pemantauan dalam proses pengembalian pulsa dan hak para pelanggan kedua operator tersebut nantinya.

Disisi lain, Direktur Utama PT Internux bernama Dicky Moechtar juga telah mengungkap kalau pihaknya akan melakukan kewajibannya untuk mengembalikan seluruh hak yang dimiliki oleh para pelanggan aktif BOLT, baik itu prabayar maupun pascabayar. Mereka nantinya akan mendapatkan pulsa maupun kuota yang belum digunakan dan juga pengembalian pembayaran di awal. Ia juga mengungkap kalau BOLT sudah mempersiapkan 28 gerai khusus di wilayah Jabodetabek dan Medan untuk melayani proses pengembalian hak tersebut. Kemudian secara eksklusif nantinya para pelanggan aktif BOLT Home di cakupan jaringan Fixed Broadband Cable Internet First Media dari PT Link Net, akan mendapatkan penawaran diskon 30% serta Double Speed Upgrade berlangganan selama 12 bulan kedepan. Tidak hanya itu saja, pelanggan juga menggratiskan seluruh saluran TV Kabel selama 3 bulan, mulai dari paket Rp 217.300/bulannya. Jadi, para pelanggan tidak perlu khawatir lagi mengalami kerugian atas insiden kali ini.

Video Pilihan Gadget Empire Indonesia:

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

More in Uncategorized

Smartphone Advan i6c

Harga Cuman Rp 900 Ribuan, Apa Saja yang Bisa Didapat dari Advan i6c?

Budi SulistyantoMay 19, 2019

Line Ramadhan Hadir Buat Ngabuburit. Ada apa aja sih ?

Budy SulistiyantoMay 13, 2019

Daftar Smartphone Terbaik Versi AnTuTu, Cuman Ada 3 di Indonesia

Budi SulistyantoMay 10, 2019

Android Q Beta Siap hadir di smartphone OPPO

Budy SulistiyantoMay 10, 2019
Realme X Series

Realme Siap Rilis 3 Smartphone Dalam Waktu Dekat Ini?

Budi SulistyantoMay 2, 2019
Jaringan 5G Indonesia

Ericsson Harus Siap Hadapi Tantangan Ini Jika Ingin Hadirkan 5G di Indonesia

Budi SulistyantoApril 25, 2019

shop giay nuthoi trang f5Responsive WordPress Themenha cap 4 nong thongiay cao gotgiay nu 2015mau biet thu deptoc dephouse beautifulgiay the thao nugiay luoi nu