Smartphone

Dampak Jangka Pendek Ketika Ponsel Black Market Mulai Diberantas

Dampak Jangka Pendek Ketika Ponsel Black Market Mulai Diberantas

GadgetEmpire – Seperti yang tengah diperbincangkan sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama para pecinta gadget. Mulai bulan depan tentu saja mereka akan lebih berpikir panjang untuk membeli Smartphone yang tidak resmi beredar di Indonesia, alias mendapatkan persetujuan dari pemerintah seperti mendapat sertifikat TKDN, terdaftar di Kemenperin, dan lain sebagainya. Ini dikarenakan mulai bulan depan, 3 Kementerian Indonesia akan mulai memberlakukan pemblokiran akses jaringan terhadap sederet ponsel Black Market yang bertebaran di Tanah Air.

Berdasarkan informasi yang beredar, hanya ponsel BM yang masih berada di toko dan belum aktif menggunakan kartu saja akan diblokir. Sedangkan untuk konsumen yang sudah lama memiliki Smartphone BM sepertinya tetap bisa menggunakan perangkat seperti biasanya. Meski demikian, tetap ada rasa kecemasan terhadap kebijakan baru ini sehingga lebih disarankan untuk ganti ponsel, sebab sudah banyak Smartphone kekinian yang resmi beredar di Indonesia, harganya pun bisa dibilang terjangkau dengan perbekalan spesifikasi lebih mumpuni. Lantas, apakah pemblokiran ponsel BM ini nanti akan ada dampak yang ditimbulkan?

Jelas ada, Market Analyst bernama Risky Febrian di IDC Indonesia telah mengatakan kalau konsumen akan mengalami kebingungan atau ragu terkait perbedaan ponsel resmi dan ponsel BM, sehingga angka permintaan perangkat bisa mengalami penurunan. “Dampak jangka pendek yang mungkin bisa terjadi juga adalah adanya penurunan permintaan di pasar. Konsumen awam akan cenderung takut untuk membeli Smartphone,” seperti itulah yang dikatakan oleh Risky.

Tidak hanya itu saja, Risky juga mengatakan kalau angka penurunan permintaan pasar bisa disebabkan oleh harga Smartphone resmi yang cenderung lebih tinggi di pasar, sehingga masyarakat akan menahan pembeliannya. Harapan salah satu analis gadget Indonesia ini yakni setiap vendor Smartphone di Tanah Air, harus mampu menjaga pendistribusian perangkat dengan lancar untuk mengantisipasi berbagai macam dampak negatif tersebut.

Kemudian dalam keterangan lanjutnya, Risky mengatakan kalau pemberantasan ponsel BM di Indonesia ini bisa berdampak baik seiring berjalannya waktu. Sama seperti pemberlakuan registrasi SIM beberapa waktu lalu, dimana masyarakat Indonesia awalnya merasa kebingungan dan terburu untuk melakukan pendaftaran ulang. Akan tetapi setelah beberapa lama, akhirnya mereka sudah terbiasa dan tidak terdapat masalah berarti ketika melakukan pendaftaran, bahkan angka kriminalitas yang dilakukan via nomor telepon juga sudah mulai menurun.

Video Pilihan Gadget Empire Indonesia:

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Smartphone

OPPO Reno with Box

Melihat Kesuksesan Penjualan OPPO Reno di Indonesia

Budi SulistyantoJuly 21, 2019
Vivo V15 Pro dan Box Penjualan

Benarkah Produksi Vivo V15 Series Dihentikan?

Budi SulistyantoJuly 21, 2019
OPPO Reno JRE

Seperti Inilah Hasil Ketika OPPO Reno Diuji Ketahanannya

Budi SulistyantoJuly 20, 2019
Realme X Triple

Tak Sengaja Terungkap, Seginikah Harga Realme X di Indonesia?

Budi SulistyantoJuly 19, 2019
OPPO Reno 10X Zoom Edition

OPPO Reno 10X Zoom Jadi Smartphone dengan Kamera Paling Canggih?

Budi SulistyantoJuly 19, 2019
Redmi k20 Pro Signature Edition

Casing Terbuat dari Emas, Harga Redmi K20 Menjadi Segini

Budi SulistyantoJuly 18, 2019

shop giay nuthoi trang f5Responsive WordPress Themenha cap 4 nong thongiay cao gotgiay nu 2015mau biet thu deptoc dephouse beautifulgiay the thao nugiay luoi nu