Apple

Apple Lagi Krisis, Inikah Masalah Utamanya?

Apple Lagi Krisis, Inikah Masalah Utamanya?

Gadget Empire – Bukan hanya para analisis saja, melainkan CEO Apple bernama Tim Cook sendiri juga mengkonfirmasi resmi kalau perusahaannya lagi mengalami penurunan. Hal itu tidak lain dikarenakan melemahnya penjualan Smartphone iPhone. Sebagaimana yang kita tau bahwa, pendapatan perusahaan asal Amerika Serikat ini sebagian besar tergantung pada perangkat mobile tersebut. Kalau ponsel besutannya ini jumlah penjualannya mengalami penurunan yang drastis, maka pendapatannya juga bakal mengalami penurunan. Sejak tahun 2015 silam, memang penjualan iPhone sudah mulai stagnan alias perkembangannya begitu lambat, bahkan mengalami penurunan. Akan tetapi, Apple menerapkan strategi menaikkan harga jual iPhone untuk tetap mempertahankan peningkatan pendapatannya.

Melalui strateginya tersebut, tahun kemarin rekor pendapatan dan profit terbesarnya pun berhasil dicapai, bahkan untuk nilai valuasinya sendiri mencapai US$ 1 Triliun. Akan tetapi tidak lama kemudian, Amazon, Microsoft dan Alphabet berhasil menyalipnya lagi. Untuk sementara ini memang tidak perlu dipikirkan terlalu keras sebab perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook itu masih memiliki cadangan uang yang begitu banyak, sehingga mereka bisa tetap tenang untuk memikirkan strategi baru meraih perhatian dari pecinta gadget kembali.

Hal itu dikarenakan sekarang ini iPhone sudah seperti berada di persimpangan jalan dalam menghadapi kerasnya persaingan pasar Smartphone. Meski tetap mempertahankan tampilan cantik dan performa yang lebih gahar, akan tetapi hal tersebut masih belum mampu untuk menyita perhatian konsumen. “Pasar mobile sudah dewasa dan konsumen tidak lagi bisa diharapkan upgrade setiap kali iPhone diluncurkan,” penilaian Nigel Vaz yang berasal dari Publicis, perusahaan konsultasi digital.

Salah satu contoh yang bisa diambil dari penerapan strategi baru Apple sejak 2015 ini adalah mengenai perangkat iPhone X dimana yang tahun lalu dijual dengan harga US$ 999, kini generasi penerusnya 1000 USD lebih mahal, yakni iPhone XS Max dibanderol senilai US$ 1.099. Akan tetapi kalau menaikkan harganya terus, maka hal ini juga bakal menjadi buruk pastinya. Pasalnya sebagian besar pengguna iPhone akan lebih memilih bertahan di Smartphone lama miliknya. Sebut saja seperti China, di Negara ini para konsumen sudah mulai enggan untuk upgrade perangkat miliknya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tentu Apple harus benar-benar menerapkan strategi baru yang mampu mengubah segalanya, pasalnya iPhone seperti senjata utama untuk mendapatkan pendapatan yang tinggi. Tidak sama seperti Microsoft atau Amazon yang memiliki banyak produk ternama untuk tetap menjaganya memiliki pendapatan stabil. So, seperti apakah langkah Apple untuk mengatasi masalah ini? Kita nantikan saja informasi mengenai nasib salah satu raksasa teknologi Amerika Serikat ini selanjutnya.

Video Pilihan Gadget Empire Indonesia:

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Apple

More in Apple

iPhone XR

Sejumlah Perubahan yang Bakal Muncul di Penerus iPhone XR

Budi SulistyantoMay 12, 2019
iPhone 2019

Otak iPhone 2019 Mulai Diproduksi, Seperti Apa Kemampuannya?

Budi SulistyantoMay 11, 2019
iPhone XI Series

Muncul Lagi yang Baru, Seperti Inikah Penampilan iPhone XI dan XI Max?

Budi SulistyantoApril 30, 2019
Concept iPhone Fold

Kemunculan iPhone Layar Lipat Mulai Terendus

Budi SulistyantoApril 25, 2019
iPhone 11 Leak

Bos Mitra Kerjasama Apple Tertangkap Kamera Pakai iPhone 11?

Budi SulistyantoApril 21, 2019
SlashGear

Apple dan Qualcomm Resmi Berdamai, iPhone 5G Bisa Rilis Tahun Ini?

Budi SulistyantoApril 17, 2019

shop giay nuthoi trang f5Responsive WordPress Themenha cap 4 nong thongiay cao gotgiay nu 2015mau biet thu deptoc dephouse beautifulgiay the thao nugiay luoi nu